Jumat, 07 Juni 2013


NAMA       : SAFIK NURHIDAYAT
KELAS      : XI TKJ C
NO ABS     : 30


TUGAS KEJURUAN
1. Perbedaan antara super user (root) dan user biasa (ordinary user)
1.      Super user (root) user khusus yang memiliki hak akses hampir tak terbatas yang digunakan untuk mengeksekusi /sbin.

2.      User biasa (ordinary user) user yang miliki hak akses terbatas dan dapat digunakan untuk mengeksekusi /bin.
              "/bin dan /sbin" adalah directory yang menyimpan program-program penting yang digunakan untuk pemeliharaan sistem. File-file program yang tersimpan di dalamnya adalah file binary yang dapat dieksekusi. Program-program yang terdapat pada directory /sbin ini hanya dapat dieksekusi oleh super user (root), sedangkan program-program yang terdapat pada directory  /bin dapat dieksekusi dengan user biasa (ordinary user), akan tetapi ada juga perintah yang terdapat pada directory /bin yang mengacu pada directory /sbin tidak dapat dieksekusi dengan menggunakan user biasa dia tetap membutuhkan super user (root).
2.Konfigurasi IP di Linux
Cara memberikan IP static pada suatu personal computer(PC) dengan sistim operasi Linux dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu yang pertama adalah cara permanent yaitu dengan mengubah langsung pada file konfigurasi /etc/network/interfaces dan yang kedua adalah cara un-permanent yaitu dengan langsung merubahnya melalui jendela terminal, berikut adalah penjelasan langkah langkah proses konfigurasi untuk masing masing cara.
·         Cara 1(un-permanent)
Cek telebih dahulu IP yang saat ini kita miliki, dengan mengetik perintah ifconfig pada jendela console, 

Gambar di atas menjelaskan cara pertama delam merubah / memberikan IP pada suatu PC dengan sistim operasi Linux, pada kasus ini kita akan melakukan perubahan IP, dimana IP Ethernet(eth0) kita sebelumnya adalah 10.10.6.222, akan dirubah menjadi IP 10.10.6.99, dengan keterangan bahwa IP 10.10.6.1, langkah pertama adalah mengecek IP yang sedang aktif sekarang dengan menggunakan perintah ifconfig, dapat dilihat di atas pada keterangan :
inet addr:10.10.6.222 Bcast:10.10.6.255 Mask:255.255.255.0
Keterangan tersebut menjelaskan bahwa IP yang sedang aktif saat ini adalah 10.10.6.222 dengan broadcast IP 10.10.6.255 dan netmask IP 255.255.255.0, kemudian untuk merubah IP tersebut dengan IP yang kita inginkan(dalam hal ini IP yang dimaksud adalah 10.10.6.99) adalah dengan mengetikan perintah berikut pada jendela console sudo ifconfig eth0 10.10.6.99 netmask 255.255.255.0, bila proses penggantian berhasil maka IP 10.10.6.99 dapat terkoneksi dengan IP Server yaitu 10.10.6.1, untuk mengecek konektivitasnya kita dapat mengirimkan paket data dengan menggunakan perintah ping 10.10.6.1, hasilnya adalah bila TIDAK terdapat keterangan network unreachable, artinya koneksi kita ke IP Server berhasil, hal ini menyatakan bahwa proses perubahan IP yang kita lakukan berhasil.
·         Cara 2(permanent)
Cara kedua adalah dengan merubah atau memberikan IP secara permanent, hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan perubahan langsung pada file konfigurasi network yaitu interfaces yang berada pada alamat /etc/network/interfaces.
pada file interfaces tersebut kita akan menambahkan informasi mengenai eth0(ethernet 0), pada kasus kali ini kita akan merubah IP kita yaitu 10.10.6.222 menjadi IP 10.10.6.99 dengan keterangan tambahan IP server adalah 10.10.6.1, sebelum melakukan perubahan kita cek terlebih dahulu nilai IP saat ini dengan mengetikan perintah ifconfig pada jendela console, perhaitkan gambar di bawah ini,
Gambar 2.2
Dari gambar di atas kita dapat mengetahui bahwa alamat IP kita saat ini adalah 10.10.6.222 dengan subnetmask 255.255.255.0, kita akan merubahnya secara permanent dengan cara merubahnya langsung pada file interfaces yang terdapat pada /etc/network/, untuk itu ketikan perintah berikut pada console, gedit /etc/network/interfaces, sehingga muncul jendela gedit, pada file interfaces yang telah kita buka kita tambahkan statement,

v  auto                 eth0
v  iface                eth0 inet static
v  address                        10.10.6.9
v  netmask           255.255.255.0
v  network           10.10.6.0
v  broadcast         10.10.4.255
v  #gateway         10.10.4.1

kemudian simpan file interfaces yang telah diubah tersebut. agar perubahan yang telah kita lakukana dapat dilihat, maka kita terlebih dahulu harus melakukan restart terhadap sistem network dengan mengetikan perintah berikut pada console,
sudo /etc/init.d/networking restart
kemudian untuk membuktikan apakah perubahan yang kita lakukan dapat terhubung ke jaringan yang memiliki net address sama, maka kita harus melakukan ping terhadap salah satu komputer yang terkoneksi pada jaringna tersebut, dalam kasus ini komputer yang kita ambil adalah komputer server dengan IP 10.10.6.1, tes koneksi ke jaringn dilakukan dengan cara sebelumnya yaitu ping 10.10.6.1, jika hasil ping tidak menunjukan pesan network unreachable maka koneksi dinyatakan berhasil
3.PENGERTIAN SSH DI LINUX
SSH adalah sebuah protokol yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Beberapa aplikasi di bawah ini mungkin membutuhkan fitur-fitur yang hanya tersedia atau yang kompatibel dengan klien atau server SSH yang spesifik. Sebagai contoh, menggunakan protokol SSH untuk mengimplementasikan VPN adalah dimungkinkan, tapi sekarang hanya dapat dengan implementasi server dan klien OpenSSH.
4.KEGUNAAN IFCONFIG
Ifconfig atau Interface Configurator adalah sebuah perintah pada linux yang digunakan untuk mengkonfigurasi interface jaringan. Ifconfig banyak dipakai untuk initialize antarmuka jaringan dan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan antamuka
5.CARA MENAMBAHKAN IP DNS DI LINUX DEBIAN
1. ketikkan apt-get install bind9


2. kemudian masuk ke direktori /etc/bind dengan cara mengetikkan cd /etc/bind


3. kemudian setelah masuk ke direktori bind, kopi file db.local dengan cara seperti di gambar.
domainku.com bisa di ganti sesuai nama domain yang anda inginkan
4. kemudian edit domainku.com dengan cara :
nano /etc/bind/domainku.com

5. kemudian setelah anda mengetikkan command ke-4 akan muncul


6. ganti settingan no 5 seperti di gambar ini

-ip address silakan anda ganti sesuai ip address anda
-anda dapat menambahkan sub domain sesuai keinginan anda.disini saya menambahkan sub domain (profil.domainku.com)
-setelah itu tekan ctrl + x , kemudian ketikkan y

7. kemudian setting named.conf.local ,dengan cara mengetikkan nano named.conf.local

ganti settingan seperi gambar di bawah

kemudian setelah selesai ketikkan ctrl+x kemudian tekan y

8. kemudian edit resolv.conf
dengan cara mengetikkan nano /etc/resolv.conf


9. setelah itu isikan ip address dns server yangg anda buat
misalnya 200.4.100.65


10. kemudian yang terakhir restart bind anda dengan mengetikkan /etc/init.d/bind9 restart

Untuk mengecek keberhasilannya ketikan nslookup namadomain anda
6.Langkah langkah menginstal FTP Server
1. Install paket proftpd atau ftp vsftpd dengan perintah apt-get install proftpd



2. Kemudian pilih Standalone 



3. Buat user atau tambahkan user baru untuk FTP dengan perintah adduser namauser


4. kemudian, berikan hak akses untuk user tersebut supaya dapat mengakses ftp



5. Restart ftp dengan perintah /etc/init.d/proftpd restart


6. Cek melalui server dengan perintah ftp ftp.mia.com kemudian ketikkan nama user tadi dan passwordnya. Untuk memeriksa apakah ftp tersebut benar-benar dapat digunakan, buat sebuah direktori atau file di dalam ftp tersebut. Caranya ketikkan mkdir tes_dir 


7. Cek di client menggunakan browser, kemudian ketikkan ftp.mia.com kemudian Login